Cafe Batavia Kota Tua – legendary and Must Visit

Cafe Batavia Kota Tua – legendary and Must Visit

Lokasi, Parkir dan Jam Buka

Sebenarnya, tidak ada niatan untuk ke Kota Tua siang bolong di hari senin karena setiap hari senin Museumnya tutup, tetapi aku ingin bertemu dengan temanku sore harinya sehingga aku memutuskan untuk menunggunya di Kota Tua sambil kulineran.

Aku baru tau bahwa Kota Tua sudah direvitalisasi sehingga ada beberapa jalan yang ditutup dan tidak bisa dilalui oleh mobil. Aku sempat kebingungan untuk memarkirkan mobil tapi setelah bertanya ke salah satu polisi, aku diarahkan ke area parkir mobil sebelah Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Parkir mobilnya tersedia cukup banyak, aku yakin sabtu dan minggu full. Sistem parkir menggunakan palang pintu sehingga semakin lama semakin bertambah biayanya.

Hari ini panas sekali! rasanya ingin duduk manis di cafe dibandingkan keliling Kota Tua. Aku berkeliling Kota Tua, melihat beberapa cafe yang tutup dan sudah tidak ada lagi penjual kaki lima yang meramaikan Kota Tua.

Aku sudah merasa lelah dan butuh udara yang sejuk sehingga aku memutuskan ke Cafe Batavia. Sejauh mata memandang hanya Cafe Batavia yang masih buka.

Jam Buka: Senin- jumat 09.00-00.00 Sabtu-Minggu 07.00-00.00

Fasilitas

Saat memasuki cafe, aku langsung disambut hangat dan aku merasakan kesejukan. Akhirnya merasakan kenikmatan AC. Ini kali pertama aku masuk ke dalam Cafe Batavia. Sebenarnya, dari dulu aku ingin sekali makan di sini, tetapi selalu terpatahkan. Aku selalu berfikir Cafe Batavia mahal padahal setelah melihat menu harganya bervariatif.

Cafe Batavia Kota Tua

Aku suka dengan interiornya yang masih terlihat keasriannya. Aku yakin lantai di cafe ini menjadi saksi para pengunjung selama puluhan tahun. Bangunan Cafe Batavia adalah bangunan bersejarah yang didirikan antara tahun 1805-1850, apakah kamu sudah lahir?

Aku masuk ke dalam untuk melihat-lihat dan aku tergugah dengan tangga klasik yang menarik perhatian dan terkesan bersejarah. Selain itu, terdapat mini panggung untuk live music. Ntahlah, aku seperti bisa merasakan vibes ketika live music ditampilkan, rasanya syahdu dan ingin memejamkan mata. Maaf, aku terlalu terbawa suasana.

Cafe Batavia Kota Tua

Aku sempat bertanya dengan temanku, mengapa begitu banyak pajangan foto dan terlihat bukan pribumi? aku lupa menanyakan hal itu, mungkin aku harus ke sini lagi agar tidak penasaran.

Cafe Batavia Kota Tua

Seperti biasa toilet selalu menjadi tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan. Aku dibuat percaya diri ketika melihat manekin yang digantung untuk membedakan toilet wanita dan laki-laki. Tidak disangka toiletnyapun terlihat klasik. Wastafelnya menarik perhatian dan tidak lupa pajangan foto yang menghiasi seluruh dinding toilet.

Cafe Batavia Kota Tua

Rasa Makanan dan Harga

Cafe Batavia Kota Tua

Sudah biasa ke cafe hanya ngemil saja, aku langsung terpanah dengah beberapa dessert yang dipajang. Rasanya ingin mencobanya semua, tetapi aku tidak mau makan coklat terlalu banyak, meminimalisir tumbuhnya jerawat dimukaku.

Cafe Batavia Kota Tua

Aku memesan 2 mini chocolate balls dan cheese bread, untuk minuman aku pesan yang segar Batavia Punch.

Cafe Batavia Kota Tua

Aku suka dengan semua makanan atau minuman yang aku pesan. Batavia Punch segar dan gelasnya sangat unik, aku suka dengan tampilannya.

Cafe Batavia Kota Tua

Secara keseluruhan aku senang datang ke sini. Aku ingin datang lagi untuk merasakan dinner atau lunch di Cafe Batavia. Harga memang terbilang mahal, tetapi kalian mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer dan vibes yang berbeda. Apalagi ini adalah salah satu bangunan bersejarah. See you Again Cafe Batavia!

Mau ke Cafe Batavia? Klik link ini untuk lokasinya!

mira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *